Tuesday, May 15, 2007

TELESKOP

Pada awal abad ke-17, beberapa ilmuwan memperkenalkan alat baru untuk mengamati langit. Teleskop nama alat itu, merupakan instrumen penting yang berperan dalam revolusi ilmu pengetahuan dan menjadi alat utama bagi para astronom. Istilah teleskop berasal dari bahasa Yunani: tele = jauh dan skopein = melihat atau mengamati. Teleskop merupakan alat yang menggunakan lensa atau dikenal sebagai alat optik.

Pembuatan lensa sudah dikenal sejak jaman Yunani. Seorang fisikawan muslim dari Mesir, Alhazen (lahir pada abad ke-10) memberikan kontribusi besar dalam penelitian optik. Namun, lensa tidak diperkenalkan ke Eropa sampai abad ke-13. Sekitar tahun 1300-an, lensa mulai ditemui Eropa, misalnya di Venesia dan Florence, dan pembuatan lensa makin berkembang. Bahan untuk membuat teleskop menjadi tersedia seiring perkembangan lensa, namun karena alasan kurang jernih, perkembangan teleskop sempat berhenti.

Ilmuwan yang dianggap berjasa dalam penemuan teleskop adalah Galileo, seorang ilmuwan berkebangsaan Italia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia "lebih tajam" dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang.

Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter.

Perkembangan teleskop juga diimbangi dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain oleh Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya.

Sumber: http://www.aip.org/

No comments: