Wednesday, May 16, 2007

ANGKA NOL

Sistem penanggalan suku Maya yang dikembangkan di Meksiko tengah bagian selatan menunjukkan penggunaan nol untuk mengisi tempat kosong dalam sistem bilangan vigesimal (basis-20). Sejenis kerang digunakan sebagai simbol nol, penemuan paling awalnya di Chiapa de Corzo, Chiapas berangka tahun 36 SM.

Diyakini bahwa penggunaan nol di Amerika pra Maya telah dimulai pada masa Olmec. Namun peradaban Olmec berakhir pada abad ke-4 sebelum masehi, beberapa abad sebelum dikenalnya sistem penanggalan Maya membuat anggapan penggunaan nol masa Olmec diragukan. Meskipun nol telah menjadi kesatuan dalam sistem angka suku Maya, namun tidak berpengaruh pada sistem angka dunia lama.

Tahun 130, Ptolemeus yang terpengaruh orang Hipparchus dan Babilonia menggunakan sebuah simbol untuk nol berupa lingkaran kecil bergaris panjang dalam sistem bilangan seksagesimal. Karena penggunaanya yang berdiri sendiri, angka nol Hellenistic mungkin merupakan penggunaan angka nol yang tercatat pada masa dunia lama.

Penggunaan nol lainnya ditemukan dalam tabel panjang angka Romawi tahun 525 (digunakan oleh Dionysius Exiguus), tapi yang digunakan kata “nulla” (bukan apa-apa) bukan simbol. Ketika sebuah pembagian menghasilkan nol sebagai sisanya, maka digunakan istilah “nihil” yang juga berarti “bukan apa-apa”. Sebuah simbol “N” digunakan dalam angka Romawi oleh Bede sebagai penunjuk nol sekitar tahun 725.

Tahun 498 M, seorang ahli matematika dan astronomi India Aryabhata membuat pernyataan "Stanam stanam dasa gunam" yang menjadi dasar notasi desimal modern. Naskah tertua yang diketahui menggunakan nol adalah Jain dari India yang berjudul Lokavibhaaga, berangka tahun 458 M.

Penggunaan simbol nol yang pasti ditemukan di Gwalior India pada sebuah batu berangka tahun 876 M. Dokumen tersebut tercetak pada lempengan tembaga dengan simbol “o” kecil tercetak di situ.

Sumber: www-history.mcs.st-andrews.ac.uk

1 comment:

HMI Saintek said...

enak gak ya seandainya hidup ni tanpa angka nol. ,....? bagus ni artikelnya. salam dari kami