Wednesday, May 16, 2007

KACA MATA

Catatan awal tentang penggunaan lensa bantu penglihatan menyebutkan Kaisar Nero menggunakan batu zamrud untuk menyaksikan pertandingan gladiator. Kaca pelindung pertama kali digunakan di Cina pada abad ke-12 atau mungkin sebelumnya. Lensa pada alat ini merupakan lempengan datar yang dibuat dari sejenis pasir keruh, bukan membantu penglihatan tapi melindungi mata dari sinar yang menyilaukan.

Kacamata digunakan secara umum pertama kali di Italia bagian utara pada tahun 1280-an yang diawali oleh laporan Marco Polo ketika ia melihat beberapa kacamata di Cina awal tahun 1275. Pada tahun 1676, Francesco Redi, seorang profesor kedokteran di Universitas Pisa menemukan sebuah naskah yang menyebutkan para penulis mengeluh sulit membaca atau menulis tanpa lensa bantu. Catatan lainnya adalah sebuah khotbah pada tahun 1305 oleh Pendeta Dominican, Fra Giordano da Rivalto yang menyebutkan bahwa kacamata telah ada 20 tahun sebelumnya.

Orang yang berperan dalam penemuan kacamata adalah Roger Bacon, ia mempublikasikan tulisan tentang lensa yang luar biasa (bukan dia penemunya) tanpa menyebutkan nama kacamata. Dia membuat risalah De iride (“Pada Pelangi”) ketika menjadi murid Robert Grosseteste (sebelum tahun 1235) bahwa ada alat optik untuk “membaca tulisan kecil pada jarak tertentu”.

Kacamata awalnya memiliki lensa cembung untuk mampu membantu penderita presbiopi yang umum diderita orang karena pertambahan usia. Nicholas dari Cusa dipercayai sebagai penemu penggunaan lensa cekung untuk membantu penderita miopi. Tahun 1604, Johanners Kepler mempublikasikan risalahnya dalam bidang optik dan astronomi, yang menjelaskan tentang kemampuan lensa cembung dan cekung memperbaiki presbiopi dan miopi.

Ilmuwan Amerika Benjamin Franklin, yang menderita miopi dan presbiopi sekaligus, menemukan lensa ganda tahun 1784 untuk menggantikan penggunaan dua jenis lensa berbeda secara bergantian. Lensa pertama untuk memperbaiki ketidaksesuain mata ini dibuat oleh astronom Inggris Georgy Airy tahun 1827.

Seiring perjalanan waktu, bentuk rangka kacamata juga dikembangkan. Pada awalnya, rangka kacamata dirancang untuk diletakkan pada tempatnya dengan cara dipegang tangan atau dijepit pada hidung. Girolamo Savonarola menganjurkan agar kacamata dipasang dengan menggunakan sebuah tali mengelilingi kepala. Disain kacamata modern, dengan bentuk gagang di telinga dibuat oleh ahli optik Inggris Edward Scarlett tahun 1727 meskipun tidak langsung berhasil.

Awal abad ke-20, Moritz von Rohr dari Zeiss (bersama asistennya H. Boegehold dan A. Sonnefeld), mengembangkan lensa Zeiss Punktal yang mendominasi pasar lensa kacamata selama beberapa tahun.

Sumber: wikipedia

No comments: